Negosiasi · Komunikasi

Never Split the Difference

Chris Voss, Tahl Raz · 2016

Voss, mantan negosiator sandera FBI, menulis nego sebagai kerja emosi, bukan adu argumen. Buku ini berguna kalau kamu sering kalah karena sungkan, terburu, atau merasa harus “ketemu di tengah”.

📚 4 ide kunci🧩 Dipakai di 4 masalah⏱ Ringkasan 8 menit

Buku ini bantu masalah apa?

Ide kunci yang paling kepake

Tactical empathy

Empati taktis

Pahami sudut lawan bicara dan tunjukkan bahwa kamu dengar, tanpa harus setuju. Orang yang merasa dipahami biasanya lebih longgar membicarakan opsi.

🎯 Dipakai di: Nego gaji, konflik sama atasan
Menamai emosi

Labeling

Sebut perasaan yang kelihatan, dengan kalimat pendek. Menamai ketegangan sering meredakan nada, karena mereka tidak perlu membuktikan bahwa mereka kesal.

🎯 Dipakai di: Ngobrol sama HRD, debat sama atasan
Mengulang kata kunci

Mirroring

Ulangi beberapa kata terakhir mereka dengan nada bertanya, lalu diam. Ini cara sederhana supaya mereka menjelaskan lebih jauh, bukan kamu yang mengisi tebakan.

🎯 Dipakai di: Wawancara, meeting
Pertanyaan terbuka

Pertanyaan terkalibrasi

Tanya dengan “gimana” atau “apa” supaya pihak lain ikut menghitung solusinya. Lebih berguna daripada menolak mentah-mentah.

🎯 Dipakai di: Nego gaji, minta naik gaji

Ditulis ulang dengan bahasa kami sendiri, bukan kutipan dari buku.

Dibanding buku lain

TopikNever Split the DifferenceGetting to Yes
PendekatanEmosi dan empati taktisPrinsip dan kepentingan bersama
Angka pertamaUsahakan mereka yang membukaDasarkan ke kriteria yang bisa dicek
KompromiJangan asal membagi duaCari opsi yang saling menguntungkan